Haflatul Wada Santri Pondok Pesantren Ulul Ilmi 2019

Posted on: July 2, 2019, by :

Haflatul Wada adalah salah satu kegiatan rutin santri yang relah melaksanakan belajar selama 6 tahun dan menyelesaikan mengabdi 1 tahun baik di dalam pesantren atau di tempat lain.Kegiatan ini beisikan penampilan santri putra dan putri kelas 1 tingkat Mts s.d kelas 11 MA.

Pada haflatul wada kali ini dilaksanakan di dalam ruangan (indoor) berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di luar ruangan namun tetap tidak mengurangi khidmat dari ceremonial haflah itu sendiri.Pada tahun ini santriwan-santriwati yang telah menyelesaikan pengabdian berjumlah 12 putra dan 6 putri, ditambah kelas 9 Mts yang akan beranjak ke tingkat MA berjumlah 20 orang.

Pada acara ini diawali dengan pembacaan kalam Ilahi oleh alumni Sdr. Sofwan Jamil dan saritilawah Sdri. Sabna Mutiara Insani, kemudian dilanjutakn dengan pembacaan Maulid Nabi yang dipimoin oleh Ust Huzaemi, S.Pd.I

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Wali Kelas dan Kepala Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah

Acara inti adalah persembahan sungkeman dan nasehat dari KH. Achmad Wajihudin kepada para calon alumni angkatan 2018/2019.

Beliau berpesan, kalau ingin sukses, bahagia dan selamat dunia dan akhirat Allah dan Rasuk telah memberi petunjuk kepada kita, diantaranya adalah Jangan mengabaikan perintah Allah dan mengikuti Sunnah Rosulillah, berbuat baik kepada orang tua, laksanakan kebiasaan yang sudah dikerjakan ketika di pesantren seperti sholat tahajud, sholat dhuha, qiroatul quran, sholat fardu berjamaah.

Setelah taat kita kepada Allah dan Rosul kita pun harus taat kepada orang tua dan guru, karena ridhanya orang tua adalah salah satu kunci ridha Allah SWT, dan juga pintu kesuksesan kita, sehebat apapun kita kalau tidak ada keridhoan dari orang tua dan guru maka jangan berharap akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat, ikuti petunjuk Allah dan Rosul juga taat kepada orang tua kandung dan juga guru.

Anak yang baik adalah yang mau mendoakan orang tuanya, murid yang baik adalah yang mau mendoakan gurunya, begitu juga sebaliknya.

Semoga nasehat ini bisa kita amalkan dalam kehidupan setelah dipesantren.

Haflatul wada duakhiri dengen pemberian cemdera mata kepada Kyai dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh ust. Dadu Soleh.

ARB

Leave a Reply

Your email address will not be published.